Ketika Naomi Klein, Joseph Heath, dan Andrew Potter bercinta. Sementara Mario Teguh hanya diam menonton.
Dalam buku “The Rebel Sell” (“Radikal itu Menjual”, versi Bahasa Indonesia), Joseph Heath dan Andrew Potter seolah telah memberi jawaban pamungkas atas segala persoalan konsumerisme dan keluarga besarnya. Dengan gamblang, mereka memaparkan “kemunafikan” para penggiat konsumerisme dan aktifis kiri yang berkedok topeng moral dan melakukan perlawanan budaya hanya untuk memperoleh status sebagai pemberontak yang bohemian dan “cool”. Yah, saya keren karena saya melawan. Tetapi, senihil itukah upaya yang sering kita galang untuk melakukan perbaikan sistem, mengimbangi neraca keadilan, dan berkata “tidak” terhadap otorita kekuasaan? Apakah segala ikhtiar tersebut hanya untuk menaikkan (sebenarnya lebih banyak menurunkan) status sosial dan agar layak disejajarkan dengan legenda seperti Che Guevara …
